TD PARDEDE WAS ONE OF THE RICHEST MAN IN BATAK SUMATRA.HOW?REMEMBER COMPANSATION FROM LOST WAR FROM JAPANESE ACCUPATION MONEY?ALL ASSSET FROM FOREIGNER?NOW LOOK HIM /HIS FAMILIES PULLING TO PIECES ALL THE HARD WORK HE DONE.HE WENT TO HEAVEN WITH NOTHING.GREEDY? SELFISH BATAK POELPLE ?

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:JMg0FsbtGP7PzM:http://tdpardede-family.com/files/DSC_0014.jpghttp://tbn0.google.com/images?q=tbn:Vts77__nR2HUsM:http://tdpardede-family.com/files/bersama3.jpghttp://tbn0.google.com/images?q=tbn:Jl-VacbIjaH5XM:http://tdpardede-family.com/files/02-1.jpghttp://tbn0.google.com/images?q=tbn:sucONMZn7E-X-M:http://tdpardede-family.com/files/DSC_0122-4.jpgPalsukan Dokumen, Lima Putri Almarhum TD Pardede Jadi Tersangka

Medan (ANTARA News) – Lima putri kandung pengusaha terkenal almarhum TD.Pardede akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polda Sumut, karena diduga memalsukan akte rapat pemegang saham PT.Hotel Danau Toba Internasional (HDTI).

Johnny Pardede yang juga putra kandung TD.Pardede di Medan, Minggu, mengatakan, penetapan status tersangka terhadap saudara perempuannya itu adalah berdasarkan hasil pemeriksaan pihak penyidik terhadap barang bukti, dan sejumlah saksi yang dianggap mengetahui akte tersebut.

Hisar Pardede Cs yang juga merupakan anak dari TD.Pardede telah melaporkan kakaknya Sariaty Pardede dan Anny Pardede ke Polda Sumut terkait kasus pemalsuan akte No 2 dan No 5 tentang masalah rapat pemegang saham PT.HDTI beberapa waktu lalu.

Pengaduan Hisar ke Polda Sumut itu, sesuai dengan LP:158/V/2007/Dit Reskrim tanggal 27 Mei 2007.

Sebelumnya, Sariaty Pardede dan Anny Pardede juga melaporkan adiknya Hisar Pardede ke Polda Sumut pada 4 April 2007 terkait pengrusakan brankas PT.HDTI berisi uang kontan Rp64 juta. Dalam kasus tersebut Hisar sempat mendekam di ruangan tahanan Polda Sumut.

Johnny yang juga mantan pengurus klub sepakbola “Pardedetex” dan Harimau Tapanuli itu menambahkan, terbitnya akte palsu itu sangat merugikan dirinya pribadi dan Hisar Pardede.

“Pemalsuan akte tersebut juga merugikan kelangsungan hidup perusahaan yang berada di bawah naungan TD.Pardede Holding Company (TDPHC) serta mencemarkan nama baik perusahaan yang telah didirikan orang tua mereka TD.Pardede,” katanya.

Selanjutnya Johnny menjelaskan, ia selama ini yang telah dipercaya sebagai pimpinan perusahaan yang ditunjuk oleh almarhum orang tua mereka (TD.Pardede-red) melalui surat wasiat.

Surat wasiat tersebut adalah menyangkut mengenai pewarisan dan pengelolaan TDPHC yang dibuat dan ditandatangani oleh TD Pardede tanggal 14 Juni 1991. Salah satu isi dari surat wasiat itu adalah mempercayakan Johnny Pardede sebagai pimpinan Utama/Eksekutif TDPHC untuk menggantikan kedudukan TD.Pardede.

Jonny mengatakan, surat yang dibuat oleh TD.Pardede itu benar-benar asli dan tidak ada unsur rekayasa atau dipalsukan. Untuk membuktikan keaslian dari surat wasiat orang tuanya mereka itu, siap untuk diuji atau diperiksakan di Laboratorium yang berwenang untuk itu.

Mengenai laporan Sariaty Pardede dan Anny Pardede yang menuduh dirinya dan Hisar Pardede melakukan pengrusakan brankas PT.HDTI serta mencuri uang Rp64 juta, Johnny mengatakan, tuduhan tersebut adalah fitnah belaka yang sengaja untuk merusak nama baiknya.

Johnny menjelaskan, ia dan abangnya Hisar Pardede bermaksud datang ke HDTI untuk menghentikan pengambilan uang yang telah dihasilkan dari hotel tersebut. Selama ini Sariaty dan Emmy selalu mengutip hasil yang diperoleh dari hotel itu.

Namun para karyawan dan kasir di HDTI tidak mengacuhkan dan melayani Johnny dan Hisar dengan baik. Akhirnya brankas tersebut mereka rusak secara paksa dan hasil yang diperoleh pada hari itu akan dipindahkan ke brankas lain yang juga berada di lokasi HDTI dengan tujuan untuk kepentingan pengamanan dan bukan kepentingan pribadi.

Selanjutnya, uang Rp64 juta yang dipindahkan itu masih utuh, tidak berkurang ataupun hilang. Pihak kepolisian juga telah memeriksa dan mengecek uang yang ada di lokasi HDTI itu. Uang tersebut saat ini masih disita oleh pihak penyidik itu sebagai barang bukti, katanya. (*)

ONE FAMILY IN PERTH AUSTRALIA PLAYING HIGH MEGA DOLLAR GRAND DAUGHTER ….

HERNA JAC PARDEDE,BIG MOUTH AND SNOBB YOUNG LITTLE GIRL.

BAP 3 Putri TD Pardede Segera ke JaksaHisar: Sepetiga Harta TD Pardede untuk Pekerjaan Tuhan

Kemelut di keluarga TD Pardede bakal berujung ke pengadilan. Poldasu telah merampungkan pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga dari lima putri pengusaha nasional yang menjadi tersangka kasus pemalsuan akte rapat pemegang saham PT TD Pardede Holding Company (TDPHC).

“Tiga BAP sudah selesai. Dalam waktu dekat akan segera dikirim ke kejaksaan,” ucap Kabid Humas Poldasu Kombes Aspan Nainggolan, Jumat (16/11). Ketiga tersangka yang berkasnya telah rampung adalah Sariaty Pardede, Emmy Andriani Pardede dan Ammi Pardede.

Menurut Aspan, ketiga tersangka diduga terlibat langsung dalam memalsukan akte notaris nomor 2 dan 4 saham PT TDPHC. Pada akte nomor 2 tertulis bahwa Sariaty, Emmy, Anny, Merry dan Surya Indriani Pardede memiliki hak enam suara. Sedangkan pada akte nomor 4, Sariaty menjabat sebagai komisaris, sementara lima nama lainnya sebagai pemegang saham biasa.

“Akte itu dibuat tanpa sepengetahuan Johnny Pardede yang merupakan orang tertinggi di perusahaan itu. Makanya keenamnya diadukan ke polisi dengan tuduhan pemalsuan,” sebut Aspan Nainggolan.

Dalam kasus ini sebenarnya polisi menetapkan enam orang tersangka, namun tiga tersangka lain yakni Merri Pardede, Renny Pardede dan Surya Indriani Pardede belum memenuhi panggilan polisi. Rencananya Merri akan diperiksa pada 23 November 2007 dan Indri diperiksa pada 27 November 2007. Namun, polisi belum bisa memastikan jadwal pemeriksaan terhadap Renny. Soalnya, berdasarkan pengakuan kuasa hukumnya, Renny menderita sakit.

Selain itu, Poldasu juga membidik Mutiara Magelina Marpaung, notaris yang mengeluarkan akte itu. “Dia tidak memenuhi panggilan pertama yang telah kami ajukan. Kami akan segera keluarkan surat panggilan kedua,” tandas Aspan.

Secara terpisah, Hisar Pardede menyesalkan Bank Mandiri unit Dharma Agung yang masih melayani penarikan uang tunai yang dilakukan lima saudara perempuannya itu. “Aku sudah berulangkali mengingatkan Bank Mandiri, bahkan melayangkan surat untuk tidak melayani mereka karena mereka menggunakan akte palsu. Tetapi Bank Mandiri tidak pernah menggubrisnya,” kata Hisar Pardede.

Hisar menyebutkan, untuk penarikan uang dari Bank Mandiri, keluarga (alm) TD Pardede sebenarnya sudah sepakat menunjuk empat orang yang berhak untuk menandatangani cek ataupun giro. Namun, kesepakatan itu dilanggar Sariaty cs. Bahkan, mereka merubahnya menjadi tiga orang atas nama Rudolf M Pardede, Anny Pardede dan Emmy Pardede. “Mereka inilah yang paling sering melakukan penarikan uang dari bank,” beber Hisar.

Menurut Hisar, pada tahun 1993 saudara perempuannya pernah berniat menjual aset perusahaan. Hal ini menjadi persoalan keluarga hingga kasusnya sampai ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA akhirnya menolak mentah-mentah.

Soal aset TDPHC, Hisar dan Johny mengaku tak berniat untuk menjualnya. Alasannya, salah satu isi dari surat wasiat TD Pardede bahwa 1/3 dari harta/saham almarhum harus digunakan untuk pekerjaan Tuhan. “Atas dasar itulah kami tidak mau menjualnya. Kami takut kualat,” tukas Hisar Pardede yang pernah mendekam di tahanan Poldasu dengan tuduhan mencuri uang Rp 64 juta dari brankas Hotel Danau Toba.

Wiguna-Zainul >> Global | Medan

Oleh Redaksi Web – Saturday 17 November 2007 – 12:21:22
| Kirim kepada teman |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: