WANTED BY SOME FANATIC ADMIRER OR ENEMY?WHY IS HE HALF BLACK?HALF WHITE? IS HE ONE OF THE BATAK FPI SUPPORTER FROM JAKARTA?SO MANY QUESTION MARK TO ASK.

LETS EXPLORE HIS WORK.HE THINKS HE IS ONE OF THE GREATEST WRITER AND BLOGGER.BUT IS IT REALLY MAKING ANY MONEY JUST MAKING A BUNCH OF COMMENT?NO REALITY?FOR A HOBBY? OR OBSESSION TO DO NOTHING BUT GOSSIPPING AND COLLECT FEW ARTICELS HERE AND THERE AND THEN YOU ADD EM UP FOR OWN MATERIALS TO WRITE THEN YOU FOUND FEW PEOPLE GAVE YOU THUMBS UP AND YOU BECAME LIKE HERO FOR NOTHING.
END OF THE DAY=============================================>THERE IS NO INCOME AT ALL.SO WHAT?GET A BETTER REAL JOB BATAK IF YOU THINK BETTER THAN WHAT YOU GOT NOW.GROW UP BE MATURE.NO ONE SCARED OF NO ONE IN WESTERN COUNTRY.ITS A FREE WORLD TO LIVE NO ISLAM NO CHRISTIAN OR NO ONE CAN INTIMIDATE SOME ONE HERE.NOT LIKE IN INDONESIA KILLING SOME ONE FOR NOTHING?YOU KNOW WHY?COZ PEOPLE NOT USING CONDOM AND THATS WHY SO MANY ORPHANAGE ISLAM RUNNING AROUND AND TOOK SHELTER IN PESANTREN THIS IS THE PAWN FOR FPI MEMBERS AND CREATED THEM BY ARAB NATIONALITY BECOME A MARTYR DYING FOR FUCK ALL. LONG LIVE DEMOCRASY DEMOCRASY FOR EVER.FREE TO SAY AND TO DO.
BUT DONOT TOUCH /HARM SOME ONE.THEN ITS ALREADY ASSAULT /CRIMINAL CHARGE.

========HERE SOME COMPLIMENTARY FROM HIM IN THE BEGINNING=================
tobadreams, di/pada Maret 15th, 2008 pada 1:01 am Dikatakan:
@ ROYSIANIPAR

Mauliate Lae. Mungkin, memang sudah perlu cara seperti yang dilakukan Lae ini untuk menggugah kesadaran halak hita di seluruh dunia agar peduli pada Bonapasogit, dan terutama nasib saudara-saudara kita yang tinggal di kampung halaman.
Lanjutkan Lae agar semakin banyak yang terbangun kesadarannya.

THEN FEW WEEKS LATER HE CHANGED HIS PERSONALITY.LOOK AT THE BOTTOM WHAT HE FELT ABOUT ROYSIANIPAR…………………….==================================>

Ditulis pada 31 Mei, 2008 oleh tobadreams
Metmet do sihapor lunjung
Dijunjung do uluna

(Biarpun capung itu kecil, tapi kepalanya selalu diangkat. Artinya : seremeh apa pun seseorang dalam pandangan orang lain, dia wajib menjunjung martabat dan kehormatannya)

Oleh : Raja Huta

SATU hal yang kubanggakan dari Bangso Batak adalah kuatnya kesadaran menjaga martabat dan kehormatan diri. Dan sungguh mengagumkan kearifan lama itu, karena dalam rangka menjunjung martabat dan kehormatan, manusia Batak selalu memulai dengan menghormati Yang Maha Pencipta dan orang lain.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, perlu aku jelaskan, tulisan ini sekalian pula menanggapi komentar-komentar Roy Sianipar dalam beberapa artikel di blog ini. Orang Batak yang hebat ini tinggal di Australia, dan menurut pengakuannya, bekerja di perhotelan. Roy mulai muncul dengan komentar-komentarnya yang khas di Blog ini, Februari yang lalu, kemudian pada akhir Maret dia bertandang ke Komunitas TobaDream di Jakarta.

Kami yang menerima Roy adalah Monang Sianipar, Antonius Sinaga, Bismark Sianipar, Andre, Viky Sianipar, aku, dan Charlie Sianipar. Secara keseluruhan pertemuan cukup oke. Kami sampai memberi kesempatan buat Roy mempresentasikan lagu-lagu ciptaannya, yang direkam secara amatiran.

Uniknya, dari gaya bicara dan attitude, Roy yang mengaku sudah 26 tahun di Australia ternyata “lebih batak” dibanding kami semua. Suaranya keras, to the point, dan tidak ragu mendominasi pembicaraan. Kami selaku tuan rumah terpaksa jadi pendengar yang baik. Cuma satu yang kukatakan waktu itu, sebuah peringatan yang lembut buat Roy : tolong jangan meremehkan orang Batak di Tanah Air.

Itulah sekilas mengenai perkenalan kami dengannya. Mari kita lanjutkan pembahasan di awal, mengenai kuatnya kesadaran orang Batak menjunjung tinggi martabat dan kehormatannya.

Di lingkungan Batak Toba, manortor selalu diawali dengan menyatakan hormat dan mohon restu kepada Yang Maha Pencipta. Pihak yang meminta gondang akan mengatakan begini kepada partagading,”Alu-aluhon damang majolo Tu Debata Mulajadi Na Bolon (Mintalah dulu restu dari Tuhan Yang Maha Pencipta).”

Setelah itu,”Alu-aluhon damang majolo tu Amanta Raja (Mintalah dulu restu dari raja adat).” Lalu ditutup dengan permintaan,”Alu-aluhon damang majolo tu juara natorop (Mintalah dulu restu dari para hadirin).”

Dalam tiga gondang pembuka itu, mereka bersikap menyembah khas Batak : menangkupkan kedua tangan dan menempatkannya di depan dada. Barulah setelah usai tiga gondang “marsomba” itu, tangan boleh terkembang, dan kaki digerakkan sesuai irama gondang.

* * *

DARI ilustrasi gondang tadi bisa kita simpulkan, sesungguhnya Batak adalah bangso berbudaya tinggi, santun dan respek. Orang Batak juga cinta damai, meski kritis dan dialektis. Halak hita memang terkenal jugul atau keras kepala. Mau berdebat sampai ke ujung dunia demi mempertahankan pendiriannya. Tapi, Batak sejati tidak pernah menjadikan perbedaan pendapat, alasan untuk membenci dan bermusuhan..

Satu yang paling penting, orang Batak tidak pernah cari musuh, tapi sebaliknya sangat senang memulai persahabatan. Inilah salah satu keunggulan Batak, sehingga disenangi dan diterima sebagai saudara oleh semua suku di Indonesia.

Di kalangan Batak sendiri, salah satu tolok ukur kesuksesan perantau–selain kekayaan, karir dan pangkat, adalah keberhasilan beradaptasi dengan masyarakat tempat dia tinggal. “Jago do imana ba, boi gabe donganna sude parhuta i. Molo adong namartahi jahat tu ibana, pintor parhutai do maju (Hebat dia itu, bisa dia rangkul semua tetangganya. Kalau ada orang berniat jahat sama dia, para tetangganya itu yang maju menghadang).” Itulah Batak Keren.

Dulu, setiap anak muda yang akan merantau selalu dinasehati oleh orang tuanya,”Malo-malo ho amang/boru da. Unang pailahon. Ingkon patuduon do iba anak/boru ni raja. Unang pajago-jagohon. Lului ma na gabe natua-tuam di pangarantoanmi, ai anggo hami holan pangintubu nama. Molo dia-dia ho, ndang boi pintor tibu ro hami (Pintar-pintar kau ya Nak. Jangan bikin malu. Tunjukkan bahwa kau anak/boru raja. Jangan sok jago. Carilah yang bisa jadi orang tuamu di rantau, karena kami hanya sebagai orang tua yang melahirkanmu. Kalau ada apa-apa denganmu di rantau, tak mungkin kami cepat-cepat datang).”

Sebaliknya, ada juga segelintir Batak sok jago, yang tak disukai kalangan Batak sendiri. Kalau ada orang Batak terbunuh karena sok jago, orang Batak biasanya akan berkata,”Tuani ma matei, ai pantang so jago do antong. I do jambar ni jolma napajago-jagohon. (Syukurlah mati dia, soalnya sok jago sih. Itulah ganjaran yang pantas buat orang sok jago.).

Di sisi lain harus diakui, ada sikap antipati dan rasis terhadap orang Batak, tapi itu hanya di perkotaan di pulau Jawa, yang berakar dari sentimen politik. Kebanyakan orang Batak berhasil mengatasinya, dengan kesabaran dan kepedulian, sehingga antipati berubah jadi simpati yang mendalam. Itu Batak Keren.

* * *

ESAI ringan ini aku dedikasikan buat Roy Sianipar, yang saat ini sedang “diburu” oleh sejumlah perantau Batak di luar negeri (juga oleh komunitas Indonesia di Australia). Mudah-mudahan bisa menyadarkannya bagaimana behave Anak Ni Raja.

Ada dua ulah kawan ini yang membuat gusar kalangan Batak kosmopolitan. Pertama, pernyataannya yang sombong, kasar dan merendahkan Batak kosmopolitan umumnya, bisa Anda baca di artikel “The Great Green Carpet”. Kedua, Roy menyebarkan kebencian dan mengundang permusuhan terhadap etnis dan pemeluk agama tertentu, bisa lihat di sini.

Sianipar satu ini memang unik. Kadang aku tersenyum sendiri kalau ingat dia, tapi pada kesempatan lain aku iba padanya. Entah kenapa, kawan kita ini luar biasa sayang dan perduli terhadapku, sampai-sampai bertindak seperti inang pengasuhku.

Selama ini aku tak pernah menanggapi serius berbagai usulannya buat diriku, yang maknanya merentang dari peduli, ikut campur urusan orang, menjengkal, sampai melecehkan. Aku memang punya sikap sombong dalam hati, yang membuatku enggan menanggapi serangan dangkal, kasar dan tidak intelek. Aku merasa sayang dengan segala yang kupelajari sepanjang hidupku–terutama nilai-nilai keutamaan humanisme, pengendalian diri dan kasih sayang terhadap sesama.

Yang sungguh aku sayangkan adalah komentarnya yang ini (halaman “Aku Raja Huta”) :

MOHON MR MANURUNG STOP THIS USELESS BLOG IT CREATED BAD SMELL TO MY CLEAN OXYGEN……NOTHING BUT USELESS AND GUTLESS.

NGA HUDOKMANURUNG.TUTP MA ON ALANA HOLAN MARBADA AI HATA DI BALAS HATA.ALO DI ALO ALO .PISO DI LAWAN PEDANG PARANG DILAWAN KAMPAK.inilah artinya BLOG soalnya tdk bermutu di dunia.ini adalah kerjaan pengangguran terutama stress dan merokok dan nongkrong di warnet 24 jam alhasil tdk membawa uang ke rumah.

MOLO NGA JAGO HOMANURUNG TULIS MA NASKAH MU DI LAP TOP BARU NANTI PUBLIKASIKAN ATAU PERGI KEPERCETAKAN.BIAYA BISA KITA CARI.

Jelas, dia sebal dengan kehadiran blog gratisan dan tak berguna ini. Mungkin apa yang kutulis di blog ini berlawanan dengan misinya, untuk menantang berperang etnis dan pemeluk agama tertentu. Bisa kumengerti sekarang, betapa geram dia membaca tulisanku mengenai Sujiwo Tedjo—yang Jawa dan Islam itu, jadi bintang dalam konser musik Natal di TobaDream Café. Bisa kubayangkan pula kegusarannya, ketika pada minggu-minggu terakhir ini kawan-kawan dari Tapanuli Selatan—yang notabene beragama Islam—ramai-ramai nimbrung di blog ini.

Itu sebabnya dia membujuk, mendesak dan akhirnya memaksa blog ini ditutup. Dia tidak suka Batak berkawan dengan Jawa, yang entah kenapa sangat dibencinya. Dan lebih dari itu, dia sebal dengan anjuranku supaya Batak bersatu kembali, dengan melupakan perbedaan yang ada, terutama antara Kristen dan Islam.

* * *

INILAH jawabanku buat Roy Sianipar : kalau Lae butuh musuh lebih banyak lagi, silakan cari di tempat lain, jangan di sini.

Blog ini aku buat karena aku cinta Bangso Batak, mulai dari Karo, Simalungun, Toba, Sipirok, Angkola, Pakpak, Mandailing, Kutacane; dan saudara-saudara kita di Asahan, serta komunitas petani Batak yang sudah berabad-abad menetap di Lampung.

Apakah agamanya Protestan, Katolik, Islam, Saksi Yahowa, Parmalim atau Hindu, asalkan dia Batak, dia saudaraku.

Mengenai kesejahteraanku, janganlah susahkan dirimu. Kalau aku perlu bantuan, Lae adalah orang terakhir di dunia ini yang akan kuizinkan membantuku. Banyak di sini yang bisa membantu, kalau memang perlu, terutama Monang Sianipar yang kampiun kargo Indonesia itu, dan kawanku Viky Sianipar yang makin makmur. Ada juga sahabatku Suhunan Situmorang yang pengacara dan novelis,. dan Marudut Pasaribu yang sebentar lagi akan mengakuisisi hotel-hotel kelas butik di Australia.

Mengenai blog ini, tak seorang pun di dunia ini bisa mengintimidasi atau memaksaku menutupnya. Silakan bom atau hack, aku akan menikmatinya. Aku manusia independen yang tidak bisa didikte oleh siapa pun. Tapi kalau kau datang dengan persahabatan yang tulus, dan cinta yang lembut…aku pasti lumer hehehe……..

Sebenarnya Lae tidak lebih keras dari aku, dan tidak juga lebih radikal. Tapi memang, kita bermain pada dimensi yang berbeda, dengan tujuan berlawanan..

Kalau kelak kita sudah mati; Lae akan dikenang sebagai “teroris internet” yang ngumpet, sebaliknya anakku akan bangga karena bapaknya berani menciptakan antitesis “Anjing lu, Batak”, yaitu Batak Itu Keren. Memang itulah impianku, supaya generasi muda Batak yang akan datang lebih pede dalam pergaulan nasional dan internasional. Jangan jadi teroris internet yang pengecut, lantaran menderita inferiority complex, tapi berkedok puritanisme dan radikalisme bullshit.

Dapot do ursa sian bogasna
Dapot do imbo sian soarana

(manusia dikenali dan dinilai dari track record-nya)

Sebagai penutup, kalau boleh aku sarankan : kembalilah ke spirit Dalihan Na Tolu yang mengajarkan kita menjunjung tinggi martabat dan kehormatan diri, dengan lebih dulu menghormati orang lain; yang menganjurkan dialog yang santun dan koeksistensi damai.

Hidup ini terlalu indah untuk dirusak dengan kebencian yang membuat jiwa mati dan membusuk. Dan tawaran utama Bangso Batak untuk peradaban dunia adalah Dalihan Na Tolu, bukan perang salib virtual dari crusader knight gadungan yang tak mengerti arti HOLONG.

Horas ma di hita saluhut Bangso Batak di portibi on

Raja Huta

==================>YOU CAN JUDGE SOME ONE BY WIS WORK NOTHING BUT LOW THE MOST LOW LIFE OF vonnis by judgement MIXED WITH ANGER .he still using an old parmalim batak theories.and also he think all batak still practice dalihan natolu .matter effect batak lost already the traditional way of life .no money no party./honey.
this man is one of the batak coward lives under pressure from islam or jihad so he might be come islam if FPI found him and force him to have his dick off and yes to islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: